Kentut yang Menggemparkan
Di siang hari yang begitu tenang,
Angin berembus perlahan-lahan,
Tiba-tiba terdengar suara menggelegar,
Membuat semua orang terdiam sebentar.
Bukan petir dari langit biru,
Bukan pula meriam di medan perang,
Suara misterius datang dari suatu penjuru,
Menggetarkan meja, menggemparkan ruangan.
Hidung mulai curiga,
Mata saling berpandangan,
Siapa gerangan pelakunya?
Semua pura-pura kehilangan ingatan.
Ada yang menutup hidung,
Ada yang lari ke halaman,
Ada yang tertawa sampai bingung,
Ada pula yang menyalahkan kipas anginan.
Tak ada saksi yang berani bicara,
Tak ada tersangka yang mau mengaku,
Namun baunya telah berkata,
“Akulah pelakunya, tak perlu menunggu!”
Wahai kentut yang menggemparkan dunia,
Engkau kecil namun luar biasa,
Tak terlihat wujudmu oleh mata,
Namun kehadiranmu dikenang semua.
Maka janganlah sombong, wahai manusia,
Sekaya apa pun harta yang kau punya,
Serendah apa pun suara yang keluar darinya,
Bisa membuat satu ruangan kehilangan wibawa.
Dan sejak kejadian yang menghebohkan itu,
Semua belajar satu perkara:
Jangan makan terlalu banyak sebelum bertamu,
Agar kentut tak menjadi berita utama! 😄